WHAT'S NEW?
Loading...

Resonansi dan Hukum Ketertarikan (Law Attraction)





Dalam fisika dasar , kalau kita sedang membahas gelombang bunyi, akan kenal yang disebut dengan resonansi , yaitu peristiwa ikut bergetarnya suatu sistem fisis dengan nilai frekwensi tertentu akibat pengaruh sistem fisis lain yang bergetar dengan frekwensi yang sama.
Kalo gak ingat coba deh buka-buka lagi buku IPA SD ..
Gelombang bunyi pada dasarnya adalah rambatan energi.

Demikian juga alam semesta serta manusia, pada dasarnya adalah bentuk-bentuk energi pula. Maka sesungguhnya bila anda pernah mendengar tentang Law Attraction (hukum ketertarikan) yang seolah-olah agak mistis itu , sebenarnya bisa dijelaskan dengan mudah dengan fisika. Tepatnya dengan menggunakan penjelasan tentang resonansi .


Resonansi Pikiran Negatif dengan Situasi Negatif

Mahluk bernama manusia tidak hanya terbangun dari tubuh fisis semata, namun ada bagian tubuh halus (tak nampak ) yang bisa kita identifikasi dengan istilah : rasa, emosi. Ketika orang mendapatkan berita sedih, mungkin secara fisik tidak ada bagian tubuh nya yang luka atau cedera, namun ternyata bagian non fisik yang akan menderita kesedihan. Hal ini bukti adanya bagian tubuh halus manusia.
Ketika seseorang sedang berpikir tentang suatu hal yang menggembirakan, maka emosi nya pun ikut gembira, tubuh fisik juga akan merespon dengan antusiasme gembira yang merupakan hasil dari proses kimiawi tubuhnya.
Berbagai senyawa kimia yang dihasilkan oleh metabolisme tubuh bisa memberi andil pada rasa sedih yang dirasakan, atau sebaliknya rasa gembira atau bahagia.

Pada manusia kendali ada di pikiran kita, ketika suatu peristiwa itu menghantar pada rangsangan kesedihan (negatif) , jika kita membiarkan impuls negatif tersebut beresonansi dengan pikiran negatif kita, maka yang terjadi adalah menarik situasi kearah negatif juga. Seperti sebuah garputala yang bergetar mampu menggetarkan benda lain karena frekwensi sama. Bila situasi yang sedang menjadi impuls adalah situasi negatif, jangan biarkan resonansi terjadi, karena seolah akan "mengundang" situasi negatif yang lebih besar untuk terjadi. Semakin kuat pikiran negatif anda, maka akan semakin banyak hal negatif yang tertarik datang. Maka cobalah tetap mengendalikan pikiran agar selalu positif apapun situasi yang terjadi.

Haruskah Memaksakan diri Bahagia ?

Berpindah dari situasi negatif ke tempat positif bukan hal yang mudah, dan bisa jadi terasa tidak alami, dan bila terlalu dipaksakan biasanya justru gagal.
Pertama yang bisa dicoba adalah mencoba beralih suasana, untuk membuat pikiran lebih rileks dan membangkitkan optimisme. Melakukan kegiatan-kegiatan kreatid juga dapat menciptakan efek positif.
Bila telah cukup stabil, ada saatnya perlu melakukan perubahan yang dramatis meninggalkan segala situasi negatif untuk beralih pada kondisi positif.

Lalu bagaimana manfaat ketika kita senantiasa berpikir positif ?


Ketika pikiran senantiasa terjaga selalu positif, maka bila suatu saat ada stimulus getaran positif yang menghampiri, efeknya akan luarbiasa. Resonansi antara pikiran positif dan getaran positif dari alam semesta itu akan tergabung. Apa-apa yang selama ini masih tersimpan dalam pikiran (angan-angan),baik ide, gagasan, imaginasi, cita-cita, juga daya kreasi seolah mendapatkan jalannya menjadi terealisasi wujudnya.
Apalagi bila pikiran terlatih selalu dalam kondisi bawah sadar secara positif ,maka ini akan mempengaruh kemampuan kita untuk masuk ke resonansi dengan apa-apa yang benar-benar kita inginkan.

Menariknya, ketika kita benar-benar menjalani kehiduan secara positif, Law Attraction ini bekerja sesuai keinginan kita., bahkan tanpa usaha atau pertimbangan sadar. Seperti itulah resonansi terjadi.
Jadi hidup dalam keadaan positif, penuh gairah akan secara otomatis menempatkan kita pada resonansi getaran dengan apa yang menjadi keinginan kita.

Oleh sebab itu, bila selama ini hidup seolah belum memihak pada anda, dan anda lebih banyak berada pada situasi yang tidak anda suka, hal pertama yang perlu dilakukan adalah evaluasi diri. Situasi negatif mungkin hal yang tidak mudah dihindari, tapi tetap menjadikan pikiran selalu dalam kondisi positif, setidaknya akan menahan anda tidak kian terbawa arus yang merusak dan menenggelamkan diri pada kondisi negatif.
Setelah pikiran mampu kembali pada kondisi positif, kiranya perlu mencari suasana, teman-teman baru, belajar hal-hal baru yang searah dengan apa yang kita inginkan. Dari sana lah nanti kita berharap, datangnya impuls positif yang akan bertemu dengan pikiran positif, terjadilah resonansi positif yang mengubah dunia menjadi lebih indah dan penuh harapan

0 komentar:

Posting Komentar