WHAT'S NEW?
Loading...

Serangan Amerika Upaya Menutupi Kedok Rekayasa Senjata Kimia Douma





Para pejabat militer AS dan Rusia mengatakan 103 rudal jelajah ditembakkan di Suriah selama serangan udara Jumat pagi yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Perancis dan Inggris.
Kementrian Pertahanan Rusia mengatakan Suriah menembak jatuh, "sejumlah besar" rudal dan memperjelas bahwa sistem pertahanan rudal Rusia tidak terlibat dalam pecegatan rudal-rudal tersebut.

"Lebih dari 100 rudal jelajah ditembakkan oleh AS,Inggris dan Perancis dari laut dan udara pada sasaran militer dan sipil Suriah, "kata kementrian pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita RIA , Novosti. Dari 103 rudal yang ditembakkan ,71 rudal berhasil dicegat Suriah.

Reuters juga mengutip seorang pejabat Suriah yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa sepertiga dari rudal yang ditembakkan dalam agresi berhasil dirontokkan di udara. Sumber itu juga mengatakan bahwa sasaran yang ditargetkan sebelumnya telah dievakuasi setelah peringatan Rusia.

"Kami telah mendeteksi serangan,"katanya. "Kami memiliki peringatan awal serangan yang diberikan oleh Rusia..dan semua pangkalan militer telah dikosongkan beberapa hari yang lalu." Tak lama setelah serangan tersebut, sekelompok warga Suriah berkumpul dialun-alun Umayyad di pusat Damaskus untuk memprotes serangan udara pimpinan AS di tanah air mereka.

Kementrian Luar Negeri Suriah mengecam serangan tersebut sebagai "agresi brutal dan biadab, yang bertujuan menghalang-halangi penyelidikan oleh OPCW (organisasi Pelarangan penggunaan Senjata Kimia - Organization for the Prohibition of Chemical Weapons), yang merupakan badan pengawas global.

"Waktu penyerangan bertepatan dengan kedatangan misi OPCW ke Suriah untuk menyelidiki dugaan serangan kimia di Douma, dan terutama bertjuan untuk menghambat misi dan mendahului hasil,"katanya dalam komentar yang disiarkan oleh kantor berita SANA.

Kementrian mengatakan itu adalah "upaya untuk menghalang-halangi pemaparan kebohongan dan rekayasa mereka."Badan itu sebelumnya telah mengecam serangan tersebut sebagai "pelanggaran yang nyata terhadap hukum Internasional, dan pelanggaran kehendak komunitas internasional dan itu pasti akan gagal."
                                           

SANA melaporkan bahwa dalam operasi gabungan itu menargetkan instalasi militer di sekitar Damaskus dan dekat pusat kota Homs.

Moskow menunjukkan Amerika dan sekutunya mengabaikan bukti yang telah diberikan oleh Suriah dan Rusia bahwa serangan senjata kimia yang terjadi di Douma merupakan rekayasa.

Dan ini menjelaskan kepada masyarakat dunia, bahwa orang-orang Barat bersembunyi di balik retorika kemanusiaan dan mencoba membenarkan kehadiran militer mereka di Suriah dengan alasan mengusir dan menghancurkan jihadits , sementara kenyataannya mereka berada disisi yang sama dengan para teroris, dan ikut menghancurkan Suriah, hal ini diungkapkan oleh Kementrian luar Negeri Rusia. Kesimpulan tersebut didukung dengan ketidakmauan Amerika serikat dan sekutunya untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi atas daerah yang dibebaskan oleh pemerintah Suriah.

Kementrian Luar Negeri Rusia juga menjelaskan, kenapa serangan Amerika Serikat dilakukan justru ketika pasukan Suriah melawan IS (Islamic State, yang sebelumnya ISIS),Jabhat al-Nusra, dan kelompok teroris lainnya telah berhasil."
Hal ini kian memperjelas fakta bahwa Amerika serikat dan sekutunya memberikan kesempatan kepada para teroris dan ekstrimis untuk mengumpulkan nafas mereka, memulihkan kembali barisan mereka dan menyeret pertumpahan darah di tanah Suriah dan dengan demikian akan semakin mempersulit penyelesaian politik.
Rusia telah mengutuk keras serangan rudal Barat terhadap Suriah, dan menganggap mereka melakukan pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional, dan pelanggaran yang tidak dibenarkan atas kedaulatan negara.

Konggres Amerika tidak memberi restu atas serangan Amerika terhadap Suriah

Senator independen Vermont Bernie Sanders telah memperingatkan gedung putih terhadap setiap serangan terhadap Suriah, tanpa deklarasi perang dari Kongres. Pada hari Rabu, Sanders menuliskan Tweetnya "Presiden Trump tidak memiliki wewenang hukum untuk memperluas perang di Suriah. Ini adalah Kongres, bukan presiden, yang menentukan apakah negara kita berperang dan Kongres tidak boleh melepaskan tanggung jawab itu."

Situasi yang kita hadapi saat ini lebih berbahaya tepatnya karena fakta bahwa strategi pemerintah Amerika tampaknya hanya didorong oleh sebuah peristiwa dan bukan oleh pemikiran strategis, bukan oleh jenis pertimbangan yang mengutamakan kepentingan nasional Amerika, dikombinasikan dengan fakta bahwa ia tidak memiliki komponen diplomatik sama sekali. Dan apa yang dilakukan Trump benar-benar akan menempatkan Amerika Serikat dalam konfrontasi langsung dengan Rusia, dan resiko terkait eskalasi ini tentus luar biasa besar, demikian papar Trita Parsi.



0 komentar:

Posting Komentar