WHAT'S NEW?
Loading...

Distimik , Apa dan Bagaimana Mengatasinya






Distimik atau juga dikenal dengan neurosa depresi, merupakan persaan sedih, putus asa,tak bergairah yang sudah berlangsung lama. Untuk dewasa minimal berlangsung 2 tahun , untuk anak dan remaja cukup satu tahun. Bedanya dengan depresi berat, gejala atau sindrom depresinya tidak lengkap dan tidak terlalu berat. Pada depresi berat ada isolasi sosial (menyendiri),nafsu makan turun,atau bahkan tidak mau makan dan minum,tidak mau keluar kamar dan tidak mau mandi,merasa tidak tertolong lagi dan hidupnya merasa tidak berguna dan layak untuk segera diakhiri.

Distimik ini justru banyak terjadi pada generasi muda kita saat ini. Penyebabnya sering tidak jelas,tiba-tiba individu tersebut merasa sudah mengalami depresi,bisa dikarenakan riwayat perkembangan mental sejak kecil, mungkin juga faktor neurokimiawi,atau neurotransmiter pelan-pelan menurun oleh sebab yang belum diketahui.

Kasus-kasus distimik biasanya harus diterapi selain dengan anti depresan yang tepat, juga dengan melakukan mind theraphy. Mind theraphy ini adalah gabungan antara psikoterapi dinamik dan psikoedukasi yang basisnya adalah memperbaiki paradigma pikiran. Mencari apakah individu itu mempunyai tujuan hidup? Apakah tujuan hidupnya? Bagaimana program-program hidupnya? Bila ada hambatan,apakah inti persoalan yang menghambat itu ?Apakah sudah ada upaya menyingkirkan, mengapa ?

Perlunya mengajak penderita distimik untuk berpikir tentang apa yang menjadi impiannya, mencari tahu apa yang diinginkan. Membicarakan tentang impian akan memberi napas kehidupan dan mewujudkannya dalam realita. Penderita distimik juga perlu diyakinkan tentang kemungkinan-kemungkinan yang menakjubkan yang membuatnya bergairah dengan masa depan. Harapan, adalah kata terbaik yang menyegarkan dan mengangkat jiwa.

Gairah juga menjadi kata-kata yang berenergi tinggi dan keyakinan akan membuka pintu ke arah nasib baik. Seperti dikatakan Frederick Langbridge,seorang penulis Inggris dan pendeta di akhir abad ke 19,"Dua orang memandang keluar dari jeruji yang sama; yang satu memandang lumpur , yang lain memandang bintang-bintang."


Banyak orang yang tidak mengetahui dengan tepat apa yang menjadi keinginannya,tapi mereka sibuk bekerja keras untuk mendapatkannya. Mereka sibuk membangun jembatan yang tidak diperlukan karena tidak ada sungai untuk diseberangi.Akal bawah sadar mereka bermain-main di antara bintang-bintang. Mereka tidak mampu mendeskripsikan impian dan cita-citanya. Ketika seseorang menetapkan sebuah tujuan dengan niat yang jelas,sebenarnya akal bawah sadar akan otomatis memberitahu apakah keinginan tersebut sudah selaras dengan kebutuhan atau belum.

Setiap pikiran positif akan dikontrol oleh akal bawah sadar. Bila itu benar anda butuhkan untuk masa depan anda, selaras dan bermanfaat, itu akan didukung kuat.Sebaliknya setiap pikiran negatif akan diawasi oleh akal bawah sadar, dan mendapat sinyal untuk dihapus.Mildred Norman Ryder,seorang penelitu tentang pikiran manusia menulis,"Bila engkau menyadari betapa berdayanya pikiran-pikiranmu,engkau tidak akan memikirkan satu pikiran negatifpun."

0 komentar:

Posting Komentar