El Comandante Fidel Castro adalah perokok berat. Mao dan Deng dua pemimpin Tiongkok adalah perokok berat pula. Fidel sendiri adalah perokok kelas berat dengan cerutu Kuba-nya. Dia adalah iklan bagi ketersohoran cerutu terbaik di dunia. Ketiga tokoh dunia ini paling sering dijadikan mitos tentang rokok oleh para perokok.
Menarik mengamati tentang perilaku perokok dan bukan perokok tentang merokok dan kematian. Perilaku yang dimaksud adalah tentang keyakinan dan perbuatan terkait kebiasaan merokok. Catatan medis dan bahaya merokok sudah jelas dipampangkan di Google, di jurnal ilmiah kesehatan, bahkan iklan di bungkus rokok: Merokok Membunuhmu.
Bagi para perokok, tidak ada sama sekali keterkaitan antara kebiasaan merokok dengan kesehatan. Walaupun mereka juga ketakutan jika disuruh untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, general check up.
Bagi mereka merokok adalah kebiasaan dan rutinitas yang tidak terkait dengan kondisi tubuh. Tubuh para perokok dianggap oleh mereka sebagai milik mereka yang sepenuhnya. Tentang organ tubuh dan keinginan merokok juga bagian dari domain yang tidak saling terkait. Tubuh akan menerima apapun yang dilakukan oleh keinginan mengonsumsi zat-zat adiktif.
Yang sangat mencengangkan adalah para penikmat racun nikotin tidak memercayai sama sekali tentang umur manusia dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Mereka menyatakan kematian tidak terkait dengan merokok. Banyak anak-anak yang tidak merokok juga meninggal. Banyak orang muda tanpa merokok juga meninggal dunia.
Paparan bukti lainnya adalah banyak tokoh dunia adalah perokok namun tetap berumur panjang. Contoh tokoh yang sering dimunculkan adalah para pemimpin dunia yang tersohor. Fidel Castro adalah perokok berat, umur panjang. Deng Xiao Ping dan Pempimpin Mao meninggal dalam usia panjang.
Melihat catatan di atas, para perokok menganggap bahwa kaitan antara kebiasaan merokok dengan kesehatan dan umur pendek dianggap mitos. Paparan bukti kesehatan dari organisasi kesehatan dunia WHO pun tak akan dipercayai. Penyangkalan dan pembenaran adalah moto para perokok.
Karenanya, tidak akan ada manfaatnya meminta orang untuk tidak merokok, yang dikaitkan dengan kesehatan, kematian, dan bahkan keimanan dan nilai. Namun, yang pasti tidak ada perokok yang mau mengajari anak bayinya merokok, atau menyemburkan asap rokok setiap hari ke hidung dan mulut bayi anak mereka.
WHAT'S NEW?
Loading...
0 komentar:
Posting Komentar